Senin, 21 Agustus 2017

Pentingnya Mempelajari Siroh Nabawiyyah

Pentingnya Siroh Nabawiyah
Mempelajari siroh  nabawiyah merupakan perkara yang penting. Ada sebagaian ulama yang menyatakan bahwa siroh merupakan salah satu perkara terpenting dalam agama. Ada juga yang menyatakan bahwa mengabaikan siroh akan menjadi sebab kerusakan umat islam. Bahkan ada yang menganggap bahwa menjaga siroh sama dengan menjaga agama. Berikut ini beberapa pendapat ulama yang menyatakan pentingnya siroh nabawiyah.
Dr. Muhammad Rawas Qal’ahji dalam Syakhshiyah Muhammad SAW menyampaikan,

Jumat, 11 Agustus 2017

CITA-CITA UNIK

Cita Cita Unik
Ahmad Taqiyuddin, anak kedua saya ini punya cita-cita yang unik, membanggakan dan tidak terpikirkan. Bahkan boleh jadi sangat jarang yang menginginkannya. Kami saja orang tuanya tidak terlintas dalam pikiram dengan cita-cita tersebut.

Saat ditanya, nanti kalau besar Taqi mau jadi apa?. Dengan tegas menjawab, "Mau jadi Imam, Bi". Di kemudian hari pun jika ditanya masih menjawab jawaban serupa. Menjadi Imam. Bahkan saat romadhon kemarin ketika agak sulit dibangunkan untuk sahur dan sholat subuh kemudian dibisikkan, "Masa mau jadi imam sholatnya susah" langsung bangun, meski dengan terkantuk-kantuk lucu.

Kami yakin harapanmu akan terkabul. Entah Allah akan mengabulkanmu menjadi imam apa. Imam masjid jami, raya atau masjid Agung atau mungkin Imam dalam ilmu agama.

Yang jelas, ayahmu menamakan Ahmad Taqiyuddin karena terpengaruh dengan dua imam besar. Imam Ahmad bin Hambal - penghafal 1 juta hadits - dan Imam Taqiyuddin an-Nabhani - salah satu politikus Islam ulung abad ini. Yang jelas pula, kami berdua sudah memplaning dari sekarang, dengan segala kekurangan kami, akan kami pesantrenkan engkau bersama kakakmu, dan semoga pula kalian bisa menimba ilmu syar'i di al-Azhar Kairo Mesir nantinya.

Semoga kami bisa menjadi jalan menuju cita-cita kalian, Nak. Aamiin.

Mabsus Abu Fatih

Minggu, 06 Agustus 2017

Seputar Kelahiran Bayi



Seputar Kelahiran BayiAda beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan seputar kelahiran bayi

A. Sebelum Kelahiran


1.Memilih pasangan yang sholeh sebagaimana sabda nabi : “Pilihlah wanita yang beragama, niscaya engkau beruntung” (Diriwayatkan al-bukhori, muslim dan lainnya).


2. Meminta perlindungan ALLAH SWT dalam proses pembentukan janin.Rosulullah SAW bersabda : Jika salah seorang dari kalian ingin menggauli istrinya, lalu berdoa, “Bismillahi, Allahumma Jannibna asy-Syaithoona, Wa Jannibi asy-syaithoona Maa Rozaqtanaa' (Artinya : Dengan nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkan setan dari apa yang Engkau rizkikan kepada kami /Anak), jika keduanya ditakdirkan mendapatkan anak, maka anaknya tidak bisa diganggu setan” (HR Al-Bukhari, Muslim)


B. Saat Hamil

1. Islam menyuruh ibu hamil untuk menjaga kesehatan karena kesehatan ibu berarti kesehatan bayi di perutnya bahkan karena begitu pentingnya kesehatan ini Islam mentolerir perempuan yang sedang hamil untuk tidak berpuasa di bulan romadhon. Disamping itu islam mengarahkan orang tua pada saat hamil untuk memeriksa kesehatan dan berobat. Rosulullah bersabda : “Hai Hamba-hamba Allah, berobatlah” (HR Imam Ahmad, Ath-Thayalisi, dan al-Hakim).

2. Kedua orang tua diminta senantiasa berdoa kepada ALLAH SWT. Karena Rosulullah SAW bersabda : “Ada tiga doa yang pasti dikabulkan tanpa ragu; doa orang yang didzalimi; doa musafir; dan doa Ayah untuk anaknya” (Diriwayatkan Ibnu Majah dll). Kata Ayah (al-waalidu) pada hadits tsb mencakup Ibu.

3. Pada saat persalinan tiba para Ibu Muslimah harus bedoa kepada ALLAH Ta’ala dan merendahkan di hadapan-Nya, agar Dia meringankan kesulitan sang Ibu ketika melahirkan dan juga berdoa dengan doa orang yang mendapatkan kesulitan “ALLAHUMMA ROHMATAKA ARJUU, FALAA TAKILNII ILAA NAFSII THORFATA ‘AININN, WA ASHLIH LII SYA’NII KULLAHU, LAA ILAHA ILLA ANTA” artinya : “Ya Allah, aku mengharap rahmat-Mu. Jangan serahkan diriku kepada diriku sendiri sekejap mata pun dan lancarkan seluruh urusanku. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.” (Diriwayatkan Abu Dawud, dan Ibnu Hibban).

4. Saat melahirkan sang Ibu juga bisa berdoa sebagaimana doa Ibunya Maryam yang diabadikan di dalam al-Quran.

وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk (Ali Imran : 36)

5. Memuji Allah jika melahirkan dengan selamat karena Aisyah mencontohkan jika dikatakan bayi lahir dengan selamat maka Aisyah mengucap “Alhamdulillahirobbil ‘alamin / Segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta (HR. al-Bukhari di al-Adab Al-mufrad)

6. Senantiasa mendekatkan diri kepada ALLAH SWT dengan ibadah-ibadah fardu dan sunnah (Alangkah indahnya jika semenjak mengandung jabang bayi usia 1 bulan hingga 9 bulan sang Ibu bisa menghatamkan al-quran beberapa kali) karena dengan cara seperti itu maka doa orangtua khususnya Ibu yang lebih dekat dengan Anak akan lebih mudah dikabulkan oleh ALLAH SWT. (*)

Selesai dengan pertolongan ALLAH….
Tangerang, 


Mabsus Abu Fatih


Keterangan:
- Diringkas dari buku “Tips Islami Menyambut Kelahiran Bayi” (kitab asli berjudul Aadabu Istiqbalil Maulud fil Islam) Karya Yusuf Al-Arifi.
- Note : Untuk point 2.6 adalah tambahan tips dari kami penulis (*)