Kembalinya Khilafah Menurut Syaikh Abdul Wahab Abdussalam Thawilah

SEBELUMNYA, di web saya ini, telah dimuat tulisan Kembalinya Khilafah Minhajin Nubuwah Menurut Syech Yusuf Qaradhawi. Dan alhamdulillah mendapatkan respon sangat baik dari pembaca, dilihat dari banyaknya pembaca yang membagikan tulisan tersebut. Melengkapi tulisan tersebut, pada kesempatan kali ini saya ingin mengangkat pandangan ulama lain yang juga mempercayai kembalinya kekhilafahan. Ulama yang saya angkat pendapatnya kali ini adalah Syaikh Abdul Wahab Abdussalam Thawilah dalam bukunya Mengungkap Berita Besar dalam Kitab Suci[1] terbitan Tiga Serangkai Solo yang merupakan terjemahan dari kitab Al-Masih Al-Muntazhar wa Nihayah Al-Alam terbitan Dar As-Salam li Ath-Thiba’ah wa An-Nasyr, Kairo.
Sebelum mengangkat pendapat beliau terkait kembalinya khilafah, perlu kiranya saya jelaskan sedikit tentang gambaran buku tersebut. Dengan tebal sekitar 464 halaman, buku Mengungkap Berita Besar dalam Kitab Suci membahas tanda-tanda datangnya hari kiamat yang terbagi ke dalam 3 pokok bahasan.

Belajar Ukhuwah Kepada Syaikh Taqiyuddin dan Syaikh Sayyid Qutb

Ukhuwah. Begitu mudah diucapkan, namun terkadang sulit untuk diamalkan. Ukhuwah sesama muslim dalam satu pergerakan atau satu kelompok, barangkali mudah dilaksanakan. Namun, begitu berhadapan dengan orang yang berasal dari kelompok berbeda, tidak jarang kamus ukhuwah menjadi hilang.

Riwayat berikut ini semoga bisa menjadi pelajaran penting bagi kita dalam belajar berukhuwah.

Dituturkan, bahwa as-Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani pernah bertemu dengan as-Syaikh hasan al-Banna, Mursyid sekaligus Pendiri Jama’ah Ikhwanul Muslimin. Beliau berkata, “Sungguh saya mendapatkan as-Syaikh Hasan al-Banna seorang yang alim, cerdas, serius dan bersungguh-sungguh.” Beliau mendengarkan dan berdialog dengannya. Hanya saja, beliau tidak menemukan apa yang dicita-citakannya ada pada jalan yang dirancang oleh as-Syaikh Hasan al-Banna, meski beliau tetap menghargai dan menghormati kerja kerasnya, serta Jama’ah yang didirikannya. Sebab, metode as-Syaikh Taqiyudin an-Nabhani adalah jauh dari tindakan mencaci, menghina dan mencela lembaga atau orang yang berjuang untuk Islam. (Muhammad Muhsin Rodhi, Tsaqofah dan Metode Hizbut Tahrir dalam Mendirikan Negara Khilafah, Al Azhar Fresh Zone Publishing, Bogor, 2012, Hal. 94)

Kembalinya Khilafah Minhajin Nubuwah Menurut Syech Yusuf Qaradhawi

Alhamdulillah, seiring bergilirnya waktu, kian bertambah umat yang meyakini Khilafah sebagai solusi atas berbagai problematika yang mendera umat tiada henti. Penyerangan gaza oleh zionis terlaknat saat ini misalnya, membuktikan bahwa hanya khilafahlah yang bisa membebaskan kaum muslimin Palestina. Dukungan umat semakin membesar karena umat semakin sadar bahwa kembalinya khilafah adalah janji Allah dan Rosulnya. Keyakinan mereka _akan kembalinya khilafah_ semakin kokoh manakala didukung oleh pendapat para ulama yang ikhlas. Syeck Yusuf Qaradhawi adalah salah satu ulama yang mempercayai kembalinya khilafah Islamiyah. Tidak percaya?

Inilah Daftar Lembaga Penerbitan Syi’ah di Indonesia

Jika sekilas melihat gambar buku Ulumul Quran di samping, sebagian dari kita mungkin tidak menyangka kalau buku Ulumul Quran tersebut adalah keluaran Syi’ah. Dan memang demikianlah faktanya. Bukut tersebut saya beli untuk melengkapi tugas kuliah dan tidak mengira bahwa buku tersebut ternyata adalah karangan ulama Syiah. Saya ketahui belakangan setelah membaca buku dan riwayat penulisnya.
Buku Ulumul Quran Syiah
Bermula dari itulah, agar tidak terkecoh untuk kedua kalinya, saya mencoba mencari referensi terpercaya yang bisa memberikan informasi tentang daftar penerbit dari kalangan Syi’ah.

Alhamdulillah, bi idznillah, hari Ahad 2 tahun yang lalu (15 Desember 2013) saya diundang oleh K.H Nur Kholis, pengasuh majelis ta’lim di 41 Majelis Ta’lim di Tangerang dalam sebuah acara bernama “Dauroh Asaatidz se-Tangerang”. Usai acara, setiap peserta diberi hadiah buku yang diantaranya adalah buku Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia yang merupakan buku panduan dari Majelis Ulama Indonesia. Di dalam buku tersebut itulah saya mendapatkan informasi yang saya butuhkan, informasi tentang daftar penerbit Syi’ah di Indonesia.
Berikut Daftar Lembaga Penerbitan Syi’ah di Indonesia:
  1. Bulletin Al-Jawad, Bandung
  2. Bulletin Al-Ghadir
  3. Bulletin Al-Tanwir
  4. Jurnal Al-Huda
  5. Majalah Al-Hikmah
  6. Majalah Al-Huda, diterbitkan oleh ICC-Jakarta
  7. Majalah Al-Mawaddah
  8. Majalah Al-Musthafa
  9. Majalah Yaum Al-Quds
  10. Penerbit Al-Baqir
  11. Penerbit Al-Bayan
  12. Penerbit al-Hadi
  13. Penerbit Al-Jawad
  14. Penerbit Al-Muntazhar
  15. Penerbit As-Sajjad
  16. Penerbit Al-Tsaqalain
  17. Penerbit CITRA
  18. Penerbit CV Firdaus
  19. Penerbit Duta Ilmu
  20. Penerbit Gua Hira
  21. Penerbit ICC al-Huda
  22. Penerbit Mahdi
  23. Penerbit MIZAN
  24. Penerbit Majelis Ta’lim Amben
  25. Penerbit Mulla Shadra
  26. Penerbit Muthahhari Press
  27. Penerbit Pintu Ilmu
  28. Penerbit Pustaka Hidayah
  29. Penerbit Qonaah
  30. Penerbit Risalah Masa
  31. Penerbit Ulsa Press
  32. Penerbit YAPI Jakarta
  33. Penerbit Yayasan Safinatun Najah
Sumber : Buku Panduan Majelis Ulama Indonesia Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia, Jakarta, Al-Qalam, 2013. Hal. 79-80.
Penulis Buku Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah di Indonesia:
  1. Dr. (H.C.) K.H Ma’ruf Amin
  2. Prof. Dr. Yunahar Ilyas, M.A.
  3. Drs. H. Ichwan Sam
  4. Dr. Amirsyah T, M.A
  5. Prof. Dr. Mohammad Baharun (Editor Ahli) 
Demikian semoga bermanfaat.

16 Desember 2015


Mabsus Abu Fatih