31 Maret 2020

Tadzkirah al-Qurthubi dan Kita

Sudah lama membeli buku ini, at-Tadzkirah versi terjemah bahasa Indonesia karangan al-Imam Qurthubi. Namun baru sempat membuka untuk membacanya. Bisa jadi lantaran corona yang memperjelas bayang kematian di depan mata. Sehingga termotivasi untuk menyiapkan bekal kematian. Meski tentu corona tak memajukan ajal, karena ajal adalah ketetapan Allah pencipta corona, bukan ditentukan corona. 

Tapi tidak dipungkiri dan harus diakui bahwa banyaknya kematian wasilah corona, semakin memperjelas bayang kematian yang akan dialami semua insan.

Dua jilid edisi terjemahan ini memiliki tebal sekitar 1500 halaman. Tapi ternyata dalam muqadimahnya, al-qurthubi ( w. 761 H / 1273 M)  menyebutnya sebagai kitab ringkas. Kitab yang boleh jadi oleh sebagian kita dianggap sangat tebal. Namun ternyata, menurut al-qurthubi masuk kitab ringkas.

Menurut pendapat pribadi saya, ada dua alasan kenapa al-Qurhubi menyatakan kitab ini ringkas.
Pertama, karena beliau biasa menulis kitab dengan ukuran sangat besar.  Coba saja googling tafsir al-qurthubi. Jelas at-Tadzkirah sangat ringkas dibandingkan tafsir al-Qurthubi.

Kedua, mungkin karena urusan kematian, roh, alam kubur, kiamat, syafaat, tiupan sangkakala, catatan amal, shirat syurga dan neraka adalah urusan yang sangat besar, luas dan tak terbatas. Dengan alasan ini beliau katakan tadzkirah sebagai kitab yang ringkas.

Jika kitab yang ringkas ini - menurut al-Qurhubi - masih dirasa tebal dan malas untuk kita baca, boleh jadi karena budaya membaca kita dan referensi kita sangatlah memprihatinkan.

Jika diibaratkan,  al-qurhubi adalah atlit yang biasa mengangkat beban ratusan kilogram, sementara kita adalah orang yang baru mengangkat bebas 1-2 kilogram saja encok, kram dan pegal-pegal. Beda jauhkan.  :)

Ingat corona, ingat mati.
Ingat mati ingat syurga neraka
Ingat syurga neraka ingat amal.

Tangerang, 30 Maret 2020

Mabsus
Share:

28 Maret 2020

Bekal Keluarga Hadapi Krisis Imbas Corona Dunia

Dua hal yang perlu disiapkan untuk ketahanan pangan keluarga beberapa bulan kedepan adalah beternak ikan serta berkebun sayur mayur. Tidak ada salahnya disiapkan sedari sekarang khususnya mereka yang memiliki tanah kosong di depan rumahnya.

Ikan dan sayur ditambah beras lumayan efektid untuk menghadapi krisis yang terbayang sangat jelas di depan mata.

Status ini saya yakin akan sangat berbekas beberapa bulan mendatang

Tangerang, 28 Maret 2020

Mabsus

Note :
Saya sendiri belum belajar menanam sayur dan budidaya ikan. InsyaAllah dengan segera akan belajar dan praktikan.
Share:

27 Maret 2020

Video : Sikap Umar bin Khottob Hadapi Wabah

Begini sikap Umar menghadapi Wabah Tho'un. Apakah Umar lebih takut terhadap Tho'un dibandingkan kepada Allah? Tentu Tidak. Balik badannya Umar kembali ke Madinah adalah juga wujud ketaatan. Yaitu menjaga umatnya dari wabah mematikan tersebut.

Allahua'lam Bishowab.

Mabsus Abu Fatih

Klik Video untuk menonton:

Share:

25 Maret 2020

Sterilisasi Masker Agar Bisa Digunakan Kembali

Sterilisasi Masker Bekas
Di Tengah Pandemi Wabah #Corona keberadaan masker sulit ditemukan. Padahal ia merupakan kebutuhan mendesak dan penting adanya.

Berikut ini cara untuk sterilisasi masker agar bisa digunakan kembali dari dr.Teguh Rahardjo, ahli bedah telogorejo

Semoga wabah #Covid-19 segera berakhir.

Semoga bermanfaat.

Channel YouTube Sang Pembaca

Untuk menonton Videonya silahkan Klik


Atau klik tautan berikut ini:
https://youtu.be/f-jSZbaJII4

Share:

23 Maret 2020

Lock Down di Masa Silam, Masjid Pun Ditutup Karena Wabah

Masjidil Haram Dikosongkan Sikapi corona

Imam adz Dzahabi Rahimahullah berkata:
وفي سنةِ ثمانٍ وأربعين وأربعمائةٍ كَانَ القَحْطُ عَظِيْماً بِمِصْرَ وَبَالأَنْدَلُس، وَمَا عُهِدَ قَحْطٌ وَلاَ وَبَاءٌ مِثْله بقُرْطُبَة، حَتَّى بَقِيَت المَسَاجِدُ مغلقَة بِلاَ مُصَلٍّ، وَسُمِّيَ عَام الْجُوع الكَبِيْر.

_Di tahun 448H terjadi kekeringan parah di Mesir dan Andalusia, dan di Qordoba tidak terjadi *kekeringan dan wabah* seperti itu, sampai-sampai MASJID2 DITUTUP TIDAK ADA ORANG SHALAT. Dinamakan tahun super kelaparan._

*(Siyar A'lam an Nubala, 18/311)*

Imam Ibnu Sa'ad Rahimahullah berkata tentang Masruq bin Ajda, pentolan tabi'in, di Saat terjadi wabah Tha'un:

كان يمكث في بيته أيام الطَّاعُونِ ويَقُولُ: أَيَّامُ تَشَاغُلٍ فَأُحِبُّ أَنْ أَخْلُوَ لِلْعِبَادَةِ فَكَانَ يَتَنَحَّى فَيَخْلُو لِلْعِبَادَةِ ,
قَالَت زوجته:
فَرُبَّمَا جَلَسْتُ خَلْفَهُ أَبْكِي مِمَّا أَرَاهُ يَصْنَعُ بِنَفْسِهِ وَكَانَ يُصَلِّي حَتَّى تَوَرَّمَ قَدَمَاهُ".

Dahulu dia senantiasa berdiam diri di rumahnya saat wabah tha’un menyerang.

Ia berkata : _“Ini adalah hari-hari  hari sibuk dengan ibadah. Maka aku suka jika aku totalitas  untuk ibadah.”_  Maka, dia pun bermunajat dan menyendiri di rumahnya.

Berkata Istrinya : _“Maka aku duduk di belakangnya,  aku  menangis melihat apa yang ia perbuat atas dirinya. Ia shalat sampai kedua kakinya membengkak”._

 *(Thabaqat Ibn Sa’d, 6/81)*

Imam Al Muqrizi bercerita tentang Tha'un th 749H:

و تعطل الأذان من عدة مواضع وبقي في الموضع المشهور بأذان واحد... و غلقت أكثر المساجد و الزوايا )

_Adzan ditiadakan dari sejumlah daerah, untuk daerah yang masyhur diadakan adzan satu saja.. *Ada pun masjid2 ditutup begitu pula tempat-tempat ibadah.*_

*(as Suluk Lima'rifati Duwal al Muluk, 4/88)*

Jadi, yang kemarin menanyakan kok masjid di tutup? Maka, sejak masa silam sudah terjadi jika Memang situasi harus seperti itu.

Jika masjid ditinggalkan maka apalagi mal, diskotik, cafe,.. Itu kerangka berpikirnya, yaitu qiyas aulawi. Alangkah baiknya jangan justru nyinyir terhadap fatwa ulama _"masjid ditinggalkan, kok yang lain dibiarkan..".._

 Seharusnya kita bisa berpikir sendiri, jika kondisi sedemikian genting sampai masjid saja dijauhi maka apalagi tempat keramaian lainnya..

Alhamdulilah.. Di Indonesia belum sampai seperti di Saudi, Qatar, Kuwait.. Yg sampai memfatwakan tutup masjid. _Sedangkan MUI tidak sampai memfatwakan seperti itu.._

Wallahu A’lam

🌷🌻🌿🍀🍃🌳🌸

Keterangan:
Tidak saya ketahui penulis asli tulisan di atas. Saya hanya copas. Semoga Allah merahmati atas usaha Penulis tersebut.
Share:

20 Maret 2020

Artikel Ilmiah dan Presentasi seputar Fiqh Corona

Berikut beberapa artikel ilmiah dan presentasi seputar fiqh Corona. Barangkali diperlukan untuk referensi atau bahan presentasi seputar corona yang tengah menjadi pamdemi di seluruh dunia. berikut artikel dan presentasi yang dimaksud :

1. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) - Pusat seputar Corona. Di dalammnya diatur masalah sholat berjamaah dan sholat jumat di tengah wabah corona
2. artikel Ust. Yuana Ryan Tresna, M.Ag
3. Artikel Ust. Dr. Firanda Andirja
4. Presentasi Menyikapi Wabah Corona Ust. Wahyudi Ibnu Yusuf
5. Video Umar Bin Khottob Hadapi Thoun

Semoga bermanfaat dan semoga kita dilindungi Allah SWT dari Wabah Corona

Mabsus

Silahkan unduh di sini:
https://drive.google.com/folderview?id=1ldpyylhWpVt6CEP32r__Y5gpK215SAXC
Share:

10 Maret 2020

PUISI : Perempuan Itu Mulia

PUISI Hari Perempuan Sedunia

PEREMPUAN ITU MULIA*
Oleh : Mabsus AF


Perempuan Itu berharga
Laksana Intan permata mahal harga
Tak boleh dihina apatah lagi dinista
Tak sembarang boleh disentuh pria

Perempuan itu mulia
Bukan karena dogma tapi nyata
Kitab suci menghormati wanita
Disanjung pula oleh Rasul Musthofa

Share:

7 Maret 2020

Cara Khilafah Mengatasi Penimbunan

Penimbunan masker
Oleh: Syekh Atha' Abu Rusythah

Penimbunan (al-ihtikâr) secara mutlak adalah haram secara syar’i karena adanya larangan tegas dalam pernyataan hadis secara gamblang. Telah diriwayatkan di dalam Shahîh Muslim dari Said bin al-Musayyib dari Mu’ammar bin Abdullah al-‘Adawi bahwa Nabi ﷺ bersabda:

لا يَحْتَكِرُ إِلاَّ خَاطِئٌ

Tidaklah melakukan penimbunan kecuali orang yang berbuat kesalahan.

Share:

2 Maret 2020

HIGHLIGHT ISLAMIC LAWYERS FORUM (ILF) EDISI #2 TANGERANG

HIGHLIGHT ISLAMIC LAWYERS FORUM (ILF) EDISI #2 TANGERANG

Tangerang. Ahad, 01 Maret 2020.
Tema : 'Konstitusi diatas Kitab Suci?'.

Narasumber :
○Ahmad Khozinudin, SH (Ketua LBH Pelita Umat Pusat)
○Wahyudi Al Maroky (Direktur Pamong Institute),
○Edy Mulyadi (Sekjen GNPF Ulama),
○Chandra Purna Irawan (Ketua KSHUMI/Sekjen LBH Pelita Umat),
○Ust. Ihsan Azhari, M.Pd. (Ketua LPSI Sirojul Ummah).

*Keynote Speaker :*
Ust. Abu Miqdad (Pembina LBH Pelita Umat Korcab Tangerang

*Doa Penutup :*
K.H Dr. Ahmad Suhaimi Hasan (Kyai Eces)

*Host :*
Mabsus Abu Fatih

Share:
CARI ARTIKEL

Populer Bulan Ini

Newsletter